Beranda > Sosial > Asal Mula Kata ‘Bajingan’

Asal Mula Kata ‘Bajingan’

‘Bajingan’ adalah sebuah istilah yang muncul di tanah Jawa untuk menunjuk seorang pengendara gerobak sapi. Lantas mengapa istilah ini menjadi bergeser maknanya menjadi kata makian saat seseorang sedang marah atau frustasi? Padahal arti kata tersebut sebenarnya menunjuk pada sebuah profesi.

Pada tahun 1940-an di daerah Banyumas, Jawa Tengah, sarana transportasi sangatlah susah untuk ditemui. Kegiatan berdagang dari kota ke kota menjadi sulit. Selain berjalan kaki, untuk mengatasi kesulitan transportasi masyarakat menggunakan jasa gerobak sapi untuk berpindah tempat. Namun kedatangan gerobak sapi, atau lebih dikenal dengan ‘bajingan’, tidak dapat dipastikan waktunya. Kadang ‘bajingan’ datang pada pagi atau siang hari, atau bahkan tengah malam. Masyarakat yang ingin menggunakan jasa ‘bajingan’ terkadang harus menunggu selama berjam-jam untuk mengangkut barang dagangannya ke kota.

Dan kemudian muncul kalimat ungkapan kekesalan masyarakat seperti, “Bajingan suwe tenan sih tekane!” Yang berarti : “Bajingan lama sekali sih datangnya!” Dari situ ‘bajingan’ memiliki pergeseran makna menjadi seperti sebuah umpatan untuk keterlambatan seseorang. Masyarakat kemudian menganalogikan ‘bajingan’ menjadi sesuatu atau seseorang yang datang tidak tepat pada waktunya. Seperti kalimat, “Saka ngendi bae koe, suwe temen sih kaya bajingan.” Yang berarti : “Dari mana saja kamu, lama sekali seperti bajingan.

Dan sekarang ‘bajingan’ telah semakin bergeser maknanya menjadi umpatan yang lebih umum. Bukan lagi hanya merujuk pada ungkapan kekesalan untuk sebuah keterlambatan.

Sumber : strov.co.cc

 

Oh, jadi begitu. Hahahahahahaha, baj***an, baru tau aku! ^_^

Categories: Sosial Tag:,
  1. 27.01.2011 pada 16:55 | #1

    wokehhh…. nais inpoh

  2. 27.01.2011 pada 17:12 | #2

    haha..keren…
    jadi sebenernya ini ya asal muasal kata bajing*n..
    kirain dari binatang bajing beneran…

  3. 28.01.2011 pada 01:50 | #3

    Ah, yang bener nih? mana sumbernya, tunjukin dunk?? hehehe.

  4. 28.01.2011 pada 13:06 | #4

    @ Kageri : dari novel-novel karya Ahmad Tohari, terutama ‘Ronggeng Dukuh Paruk’. Masih banyak sebetulnya novel-novelnya. Kalo mo liat lebih jelas tentang Ahmad Tohari bisa dilihat di sini http://is.gd/nIJrq4

  5. 28.01.2011 pada 13:09 | #5

    @ 8shi : Heheheheehhee, tadinya aku juga begitu. Terus liat postingan blog lain, ternyata beda ^_^

  6. 01.02.2011 pada 13:50 | #6

    wakakakakak..
    lucu..

    makna lama2 bergeser jadi cacian/makian:D

    come, visit and enjoy to my site too yah at http://www.phensite.tk

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.