Lebaran Di Dunia Maya
Lebaran, hari berbahagia, hari kemenangan, kira-kira seperti yang bisa digambarkan pada hari raya Idul Fitri. Bersilaturahmi tak hanya dengan langsung mendatangi sanak saudara, teman, dan kerabat, tapi juga bisa dilakukan lewat mengirimkan pesan singkat(SMS). Sekarang ditambah lagi dengan menjamurnya jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, MySpace, dan lain sebagainya, mereka pun saling mengucapkan selamat Idul Fitri di jejaring sosial tersebut. Semua ditempuh untuk saling mengucapkan salam dan maaf. Sopankah mengucapkan selamat hari raya lewat SMS atau jejaring sosial?
Dosenku pernah bilang “Kalo kamu mo bimbingan skripsi, telpon dulu atau kirim sms kalo nggak ada pulsa. Biar nggak usah nunggu kelamaan di kampus. Chatting juga nggak papa kok”. Memang nggak semua dosen seperti itu. Tapi dari situ aku bisa menyimpulkan, kita bisa menyampaikan maksud dan tujuan kita lewat media informasi apa saja. Memang dengan bertatap muka akan lebih baik, tapi tak ada salahnya menggunakan teknologi informasi untuk menyampaikan maksud kita. Toh yang penting pesan kita dapat dimengerti oleh orang yang bersangkutan. Dan karena memang teknologi tersebut ada untuk tujuan itu.
Bagaimana dengan mengucapkan selamat hari raya lewat media-media elektronik, tanpa bertatap muka secara langsung dengan orang yang bersangkutan? Sama saja, menurutku itu sopan dan sah-sah saja. Teknologi informasi dikembangkan untuk mengurangi hambatan jarak dan waktu, menghilangkan kesan ‘jauh’. Jadi sudah seharusnya kita manfaatkan sebaik-baiknya. Seorang yang kehabisan tiket mudik bisa menggunakan telepon untuk menyapa saudaranya di kampung. Yang sedang kuliah di luar negeri, dengan instant messaging, juga tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga di tanah air tanpa harus meninggalkan kuliahnya untuk sementara waktu. Perawat yang sedang ditugaskan di daerah bencana alam dapat meluangkan sedikit waktunya untuk menuliskan statusnya di Facebook, menyampaikan kata maaf kalau dia belum bisa pulang kampung. Teknologi sudah tersedia, tinggal kita yang harus bisa sebijak mungkin menggunakannya. Karena, sekali lagi, itulah tujuan dari teknologi. Memudahkan kehidupan manusia, bukan sebaliknya.
Jadi, sopan atau tidak sopan tergantung kita yang menilai. Kalau seseorang tidak mengenal teknologi itu dengan baik mungkin ia akan berkata kurang sopan, dan mungkin begitu juga sebaliknya. Silahkan Anda setuju dengan saya atau tidak, semua tergantung Anda, namanya juga opini. Laiyalah, masa punya hape cuma buat nyetel lagu, ngegame, sama liat pilem-pilem pendek. Hahahahaha… OK, selamat berlebaran di dunia maya. Sekali di udara tetap di udara(hihihihi, slogannya RRI).

Sebenarnya sudah lama istilah ini terdengar di jagat maya, dan sudah banyak pula yang menggunakannya. Nggak tau definisi lengkapnya tapi dapat dikatakan Cloud Storage adalah media penyimpanan data yang dapat diakses oleh para penggunanya lewat jaringan internet. Untuk dapat mengakses data, para penggunanya dihubungkan dengan server melalui halaman web. Jenis file yang dapat disimpan juga bermacam-macam, bisa berupa dokumen, gambar, audio, ataupun video. Lalu, mengapa harus Cloud Storage? Kenapa data-data tersebut tidak disimpan saja pada hardisk, flashdisk, CD, DVD?

Recent Comments